Lelaki Kerdil
Oleh
: Firman Ardiansyah
Jejak
langkah manusia tertunduk malu.
Sisa-sisa
pantulan senyum sang penghuni surgawi.
Semilir
angin temani lamunan yang enggan berlalu.
Menerawangi
setapak kecil sang dewi.
Pasir
pantai berbalut nyanyian ombak kecil.
Berkeluh
kesah tentang peraduan selir utopia.
Sang
surya tenggelam tak tercekal.
Angin
malam berkisah malu tentang hidupnya.
Sang
lelaki pun merunduk malu.
Guguran
hujan menyelimuti kerinduan dari sang pujaan.
Gelap
yang tak kunjung berlalu.
Kemana
mahkota si kerdil yang terlelap senapan.
Burung
camar, berkicaulah romantik kepadanya.
Lelaki
ini kerdil, tak mampu menyorotkan matanya.
Gugusan
bintang, berikanlah nyanyian kepadanya.
Lelaki
ini kerdil, tak mampu biaskan keresahannya.
Post a Comment