Header Ads

test

Kota Periodik Bernada Klasik

By : Freeman 34

Di sudut kota terlihat kosong.
Persimpangan jalan raya yang terlihat jalang.
Hanya menampakkan kesedihan dari ilalang.
Teduhkam kota ini, menyambut kecupan sayang.

Anak kecil tak lagi mampu berimajinasi.
Teriakkan kesedihan untuk sesuap nasi.
Awan putih terlihat basi.
Alunan nyanyian bernada pucat pasi.

Di seberang sana mereka merayakan kemegahan kota.
Berserakan tumpukan sampah nota yang tertata.
Hingar bingar penggamabaran aktualisasi layar visual semata.
Bulan purnama sayu menyaksikan permata.

Tidak ada komentar