Header Ads

test

Konsumtif Sebagai Orientasi Sosialita


Oleh Freeman 34





            Dalam kehidupan sosial sehari-hari kita tidak bisa lepas dari konsumsi, konsumsi adalah sebuah bentuk tindakan dari manusia untuk memenuhi kebutuhan kita sehari-hari. Seperti makan, minum, pakaian,dan masih banyak lagi yang diprioritaskan untuk kebutuhan pokok. Tapi apa jadinya jika konsumsi itu sendiri mengalami  pergeseran makna menjadi sebuah gaya hidup bahkan menjadi sebuah pemahaman yang menjadikan manusia berperilaku beringas,menjadi gila terhadap sebuah produk yang ditawarkan pasar atau menjadi ‘terpaksa’ mengikuti trend karena sebuah nilai dari hubungan status sosial. Ya,  perilaku tersebut bisa disebut sebagai perilaku konsumtif atau pemujaan terhadap trend (konsumerisme).
Seperti Teori Pembangunan Linear W.W Rostow yang sangat popular di pertengahan abad ke-20 adalah salah satu yang harus bertanggung jawab pada fenomena ini. Teori ini mengatakan bahwa kehidupan manusia modern paling tinggi akan ditandai dengan hadirnya “High Mass Consumption”. Hal tersebut kini mulai tampak dan menjalar dalam kehidupan masyarakat. Dan bukannya membawa kebaikan, ia justru menghadirkan persoalan baru yang makin kompleks. Konsumtif yang bergandengan erat dengan orientasi hubungan sosial yang juga berdampak terhadap kesenjangan sosial di dalam masyarakat.
            Masyarakat sekarang seakan- akan sedang mengalami penyuntikan obat bius, kita sering mudah dicekoki oleh doktrin-doktrin kolot, seperti contoh iklan yang memberikan visualisasi yang terlihat nyata. Dari kalian sendiri pasti pernah melihat iklan suplemen atau vitamin untuk anak kecil yang bila dikonsumsi akan membuat si anak menjadi pintar. Dan kemudian  para ibu berlomba – lomba untuk membeli produk tersebut untuk ’memintarkan’ anak-anak mereka.What? Semudah itukah untuk menjadi pintar?ini adalah pembodohan berkedok intelektual. Untuk menjadi pintar itu memerlukan proses yang panjang, banyak cara untuk bisa mewujudkannya. Seperti belajar di bangku sekolah, banyak membaca buku atau memperbanyak referensi dan masih banyak cara lain untuk menjadi pintar. Bukan malah mengkonsumsi suplemen ’pintar’.
            Konsumtif dianggap sebagai sebagian masyarakat khususnya kaum remaja dengan sebutan ‘Tuhan baru’, pemujaan terhadap trend yang menggerogoti gaya hidup mereka. Banyak faktor yang menjadikan para remaja menjadi manusia yang konsumtif atau bergaya hidup proletar. Ada hukum sebab akibat dalam permasalahan ini, kondisi lingkungan sosial yang ‘memaksa’ untuk mengikuti arus bukan melawan arus. Sebagai contoh, ada kasus dimana seorang remaja masuk dalam pengkotakkan sosialita. Lingkungan mereka banyak yang mengikuti trend dengan menggunakan teknologi seperti gadget atau barang-barang mewah lainnya. Si ‘remaja’ ini kemudian mempunyai rasa ingin mengikuti lingkungannya agar diterima dalam pengkotakkan itu. Sebuah kalimat ‘ ketika kebutuhan dikalahkan keinginan, dan ketika fungsi dikalahkan oleh trend.
            Akibat ‘gengsi’ atau ‘dipaksa’ mengikuti keadaan mengakibatkan remaja ini rela melakukan apa saja untuk mendapatkan barang yang populer di lingkungannya. Ketika keinginan lebih besar daripada kemampuannya dan ini yang menjadi dampak menghalalkan segala cara seperti memaksa, menodong orangtua untuk membelikan padahal kondisi orangtua masih belum mampu, mencuri,  

            Sebuah kecemburuan sosial dapat membuat seseorang berperilaku konsumtif. Seseorang seketika menjadi gila untuk memenuhi keinginannya yang dirasa bukan memenuhi hasrat kebutuhannya. Budaya hedonis yang semakin melaju dengan ganasnya menguras tenaga para manusia untuk berlomba – lomba menerbangkan gengsinya dengan menonjolkan merk-merk terkenal dan mahal atau simbol- simbol kemewahan lainnya. Hedonisme sangat mempengaruhi manusia masuk ke dalam sebuah konflik di lingkungan sosialnya, mereka saling bunuh membunuh sesama manusia. Mereka tidak akan pernah puas terhadap apa yang mereka miliki peroleh sekarang. Pemujaan terhadap kesenangan dan kenikmatan duniawi membuat manusia tidak terlihat seperti manusia. 

Tidak ada komentar